«

»

Aug 01

Print this Post

Tips Pidato Efektif

Saat pertama kali saya melakukan pidato, saya merasa amat takut. Keringat dingin mengucur, jantung berdetak kencang dan kaki terasa gemetar, mulut sulit sekali mengeluarkan kata-kata. Bukan itu saja perasaan kacau, resah dan gelisah menyerang tidak henti-hentinya. Singkatnya saya benar-benar mengalami rasa takut yang luar biasa, bisa dibilang lebih menakutkan dari sekedar lewat kuburan di malam hari.

Apa itu pidato ?

Pidato adalah penyampaian dan penanaman pikiran, informasi, atau gagasan dari pembicaraan kepada khalayak ramai. Pidato biasanya disampaikan secara lisan dalam acara-acara resmi, seperti peringatan hari bersejarah, perayaan hari besar, atau pembukaan suatu kegiatan.

Macam-macam pidato

Asul Wiyanto dalam bukunya yang berjudul Berpidato Yang Memukau menjelaskan berpidato adalah berbicara di depan umum dengan cara tertentu untuk mencapai tujuan tertentu pula. Ada empat macam cara berpidato, yaitu membaca naskah, menghafal, spontanitas, dan menjabarkan kerangka.

1. Membaca Naskah

Berpidato dengan cara membaca naskah masih sering kita jumpai dalam suasana resmi, terutama pidato yang disiarkan melalui radio, televisi atau pidato pejabat yang diwakili (dibacakan) oleh orang lain. Namun ada kemungkinan juga pembicara membaca naskah karena memang belum mahir berpidato dengan alasan takut tidak lancar, ia memilih pidato dengan cara membaca naskah saja. Membaca naskah masih lebih baik daripada tidak berani tampil, atau berani tampil tetapi tersendat-sendat dan kacau.

2. Menghafal

Sebelum berpidato, pembicara menghafalkan naskah seluruhnya kata demi kata. Saat berpidato tiba, pembicara tinggal menyuarakan saja naskah pidato yang telah dihafalkan. Agaknya pidato ini hanya dapat dilakukan untuk pidato pendek. Pidato panjang, rasanya tidak mungkin menggunakan cara menghafal.

3. Spontanitas

Pembicara yang menggunakan cara ini tidak melakukan persiapan lebih dahulu. Pembicara tidak menyiapkan naskah, tidak membaca naskah, dan juga tidak menghafalkan naskah. Bahkan, menulis pokok-pokok isi pidato atau mengangan-angan saja pun tidak ia lakukan. Jadi pembicara berpidato benar-banar spontan.

4. Menjabarkan kerangka

Sebelum berpidato, pembicara menyiapkan pokok-pokok isi pidato yang disusun menjadi karangka pidato. Pengembangan kerangka pidato itu langsung pada saat pidato dilaksanakan. Dengan kata lain, kerangka sudah disiapkan, sedangkan “dagingnya” ditambahkan secara spontan dalam berpidato.

Tujuan Pidato

Sedikitnya ada tiga macam tujuan pidato yaitu memberitahukan, membujuk dan menghibur. Jika tujuannya memberitahukan, pembicara harus menjelaskan dengan baik agar pendengar menjadi tahu dan paham terhadap masalah yang disampaikan. Jika tujuannya membujuk, pembicara harus mampu meyakinkan pendengar untuk mau melakukan sesuatu. Jika tujuannya menghibur, pembicara harus mampu menciptakan suasana segar, ceria dan gembira (Asul Wijayanto, 2008).

Tips Pidato yang efektif

Aristoteles dalam Turner (2008) menyatakan ada lima hal yang dibutuhkan untuk pidato yang efektif yaitu: penemuan, pengaturan, gaya, penyampaian, dan ingatan.

1. Penemuan

Istilah ini dapat menjadi sedikit membingungkan karena penemuan dalam pidato tidak berarti penemuan dalam pengertian ilmiah. Penemuan (invention) didefinisikan sebagai konstruksi atau penyusunan dari suatu argumen dengan tujuan dari suatu pidato. Penemuan juga diinterpretasikan secara luas sebagai kelompok informasi dan pengetahuan yang dibawa oleh pembicara ke dalam situasi bicara. Tumpukan informasi ini dapat membantu seorang pembicara ke dalam situasi berbicara. Intinya dalam penemuan ini pembicara menggunakan logika dan bukti di dalam pidato yang membuat sebuah pidato menjadi lebih kuat dan persuasif.

2. Pengaturan

Pengaturan berhubungan dengan kemampuan pembicara mengorganisasikan pidato-nya. Secara umum pidato harus mengikuti tiga hal: pengantar, batang tubuh dan kesimpulan. Pengantar, pertama-tama harus menarik perhatian khalayak, dan pada akhirnya memberikan bahasan singkat mengenai tujuan pidato. Batang tubuh mencakup semua argumen, detail-detail pendukung, dan contoh-contoh penting dalam menyampaikan pemikiran. Sedangkan kesimpulan atau epilog dari sebuah pidato ditujukan untuk merangkum poin-poin yang telah disampaikan pembicara dan menggugah emosi khalayak. Jadi mempertahankan struktur suatu pidato akan mendukung kredibilitas pembicara, menambah tingkat persuasi dan mengurangi rasa frustasi pendengar.

3. Gaya

Penggunaan bahasa untuk menyampaikan ide dalam cara tertentu di sebut gaya (style). Aristoteles juga membahas mengenai pilihan kata, penggunaan perumpamaan dan kepantasan kata. Ia percaya bahwa tiap jenis retorika mempunyai gayanya masing-masing, tetapi gaya sering kali terlewatkan. Penggunaan gaya bahasa yang baik memastikan bahwa suatu pidato dapat diingat dan dapat memperjelas ide-ide yang di sampaikan oleh pembicara.

4. Penyampaian

Sejauh ini kita telah berkomunikasi pada bagaimana pidato disusun. Aristoteles juga tertarik mengenai bagaimana pidato disampaikan. Dalam hal ini penyampaian merujuk pada presentasi nonverbal dari ide-ide seorang pembicara. Penyampaian biasanya mencakup beberapa perilaku seperti kontak mata, tanda vokal, ejaan, kejelasan pengucapan, dialek, gerakan tubuh, dan penampilan fisik. Selain itu para pembicara juga harus memperhatikan tingkatan nada, ritme, volume, dan emosi yang sesuai. Penyampaian yang efektif juga akan membantu mengurangi ketegangan pembicara

5. Ingatan

Menyampaikan penemuan, pengaturan, dan gaya di dalam pembicara di sebut dengan ingatan. Tidak seperti keempat hal sebelumnya, Arsitoteles tidak terlalu banyak waktu membuat pentingnya ingatan dalam penyampaian sebuah pidato. Sebaliknya ia menyebutkan secara sekilas mengenai hal ini di dalam tulisannya. Pada intinya mengetahui apa yang akan dikatakan dan kapan mengatakannya meredakan ketegangan pembicara dan memungkinkan pembicara untuk merespon hal-hal yang tidak terduga.

About the author

Rona Binham

Adalah seorang pendidik, praktisi presentasi, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi. Ia mengajar, melatih, menulis dan terus berusaha memberikan motivasi dan inspirasi kepada semua orang. Dengan sebuah motto "Orang hebat adalah orang yang hidupnya penuh inspirasi dan menginspirasi

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/tips-pidato-efektif/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *