«

»

May 31

Print this Post

Teori Motivasi Kerja

Teori Motivasi Kerja adalah serangkaian kekuatan yang menyebabkan orang berperilaku dalam cara tertentu untuk mencapai kepuasan dan produktivitas kerja yang baik dan memadai. Motivasi kerja karyawan meruapakan faktor penting dalam kemajuan perusahaan. Karyawan dengan motivasi tinggi akan mengahasilkan kinerja terbaik dan produktif, sebaliknya karyawan dengan motivasi rendah akan rendah kinerja dan produktifitasnya (Soegoto, 2009).

Menurut Griffin dan Ebert (2006) selama bertahun-tahun, banyak bermunculan teori dan penelitian yang berusaha membahasa masalah-masalah itu. Dalam bagian ini, kita akan menelusuri penelitian dan teori utama mengenai motivasi karyawan. Kita akan berfokus pada tiga pendekatan hubungan antar manusia dan lingkungan kerja yang mencerminkan kronologi pemikiran dasar dalam bidang itu taitu: teori klasik dan manajemen ilmiah, teori perilaku dan teori motivasi kontemporer. Pernyataan ini sama juga dengan apa yang di sampaikan oleh Soegoto (2009), yang akan di  jelaskan sebagai berikut:

Teori Motivasi Klasik

Teori ini menyatakan bahwa para pekerja termotivasi semata-mata oleh uang. Teori ini di kemukakan oleh Frederick Taylor (USA-Philadelphia) di awal abad ke dua puluh, dalam bukuny: The Principles Of Scientific Managgement, dimana perusahaan di sarankan unruk membayara lebih uang untuk mendorong karyawan berproduksi lebih banyak pula. Pendekatan ini di kebal sebagai manajemen ilmiah (scientific management) dan menghasilkan penelitian waktu dan gerakan (time and motion studies), yaknik teknik-teknik rekayasa industry bagi efesiensi pekerjaan di perusahaan.

Teori Perilaku

Teori ini menyatakan bahwa produktivitas akan meningkat apabila karyawan di beri perhatian khusus. Teori ini di kemukakan oleha para peneliti Harvard yang meneliti di Hawthrorne (di kenal sebagai Hawthrone effect), mempunyai pengaruh besar pada teori hubungan manusia di mana para menejer di sarankan untuk lebih banyak memperhatikan karyawannya.

Toeri Motivasi Kontemporer

Teori motivasi kontemporer meliputi beberapa model, yaitu: model hierarki kebutuhan, sumber daya manusai, teori dua faktor teori ekspektansi dan teori keadilan. Menurut Griffin dan Ebert (2006) Teori hierarki kebutuhan adalah teori maslow. Teori maslow memahami bahwa orang yang berbeda mempunyai kebutuhan yang berbeda pula. Teori dua faktor menjelaskan bahwa faktor-faktor higienis memperngaruhi motivasi dan kepuasan hanya jika faktor itu tidak dapat atau gagal memenuhi harapan-harapan. Teori eksektansi menyatakaan bahwa orang-orang termotivasi bekerja karena ingin mendapatkan imbalan yang mereka inginkan dan bahwa mereka percaya mereka mempunyai peluang atau harapan yang masuk akaal untuk meraihnya. Sedangkan teori keadilan menjelaskan bahwa orang akan memulai dengan menganalisis masukan atau input (apa yang mereka sumbangkan ke pekerjaan mereka berupa waktu, usaha, pendidikan pengalaman, dan sebaginya di abndingkan dengan keluaran atau output (apa yang mereka dapatkan, gaji fasilitas, pengakuaan, keamanan)

Training-Presentasi-Jakarta Belajar-Desain-Slide-Powerpoint

About the author

Rona Binham

Adalah trainer, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi dan ronapresentasi.com yang sering memberikan motivasi dan inspirasi di berbagai kesempatan dengan spesialisasi di bidang motivasi, pengembangan diri, presentasi powerpoint dan public speaking,

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/teori-motivasi-kerja/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *