«

»

May 09

Print this Post

Pendidikan Karakter

Pengertian Pendidikan karakter

Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta  didik mengenal, peduli dan menginternalisasi nilai-nilai sehingga peserta didik  berperilaku sebagai insan kamil, dimana tujuan pendidikan karakter adalah meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah melalui pembentukan karakter peserta didik secara utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Syafaruddin, 2012) yang menyatakan bahwa Pendidikan karakter adalah proses menanamkan karakter tertentu sekaligus memberi benih agar peserta didik mampu menumbuhkan karakter khasnya pada saat menjalankan kehidupan. Dengan kata lain, peserta didik tidak hanya memahami pendidikan sebagai bentuk pengetahuan, namun juga menjadikan sebagai bagian dari hidup dan secara sadar hidup berdasarkan pada nilai tersebut.

Adapun nilai-nilai yang perlu dihayati dan diamalkan oleh guru dan siswa saat  di sekolah adalah: religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kerja cerdas, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, senang membaca, peduli sosial, peduli lingkungan, dan tanggung jawab.

Tujuan Pendidikan Karakter

Menurut Euis Sunarti (2005) Tujuan pendidikan karakter di maksudkan sebagai wahana sosialisasi karakter-karakter yang patut di miliki oleh seseorang anak manusia agar menjadikan mareka makhluk yang mulia di muka bumi. Pendidikan karakter di harapkan mampu membentuk generasi yang keberadaannya membari manfaat seluas-luasnya bagi lingkungan sekitarnya, membentuk insan-insan yang mampu menjadi khalifah Tuhan di muka bumi.

Paradigma Pendidikan karakter

Secara umum ada dua paradigm tentang pendidikan karakter. Pertama, memandang pendidikan karakter dalama cakupan pemahaman moral yang sifatnya ebih sempit (narrow scope to moral education). Pendidikan karakter dalam pandangan ini lebih berkaitan dengan bagaimana menanamkan nilai-nilai moral tertentu dalam diri anak didik, seperti nilai-nilai yang berguna  bagi pengembangan pribadinya sebagai makhluk individu sekaligus sosial.
Kedua, melihat pendidikan karakter dari sudut pandang pemahaman isu-siu moral yang lebih luas, terutama melihat keseluruhan peristiwa dalam dunia pendidikan itu sendiri (educational happening). Paradigma kedua membahas bagaimana nilai kebebasan itu tampil dalam kerangka hubungan yang sifatnya lebih structural, misalnya dalam hal pengemablan keputusan yang bersifat kelembagaan, dalam relasinya pelaku pendidikan lain, seperti keluarga, masyarakat, dan Negara (Doni Koesoema, 2007).

Ciri-ciri pendidikan karakter

Menurut Foerstar (dalam Tim Pengembangan FIP-UPI, 2007) ada empat ciri dasar dalam pendidikan karakter. Pertama keteraturan interior dimana setiap tindakan di ukur berdasarkan hirarki nilai. Nilai menjadi pedoman normative setiap tindakan. Kedua, koherensi yang member keberanian, membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut resiko. Koherensi merupakan dasar yang memebangun rasa percaya diri satu sama lain. Tidak adanya koherensi meruntuhkan kredibilitas seseorang. Ketiga, otonomi. Di situ seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi. Ini dapat di lihat lewat penilian atas keputusan pribadi tanpa pengaruh atau deakan dari pihak lain. Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang di pandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang di pilih.

 

About the author

Rona Binham

Adalah trainer, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi dan ronapresentasi.com yang sering memberikan motivasi dan inspirasi di berbagai kesempatan dengan spesialisasi di bidang motivasi, pengembangan diri, presentasi powerpoint dan public speaking,

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/pendidikan-karakter/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *