Penampilan Bahasa Tubuh

Apa Itu Bahasa Tubuh?

Untuk lebih memahami apa itu bahasa tubuh, terlebih dahulu izinkan saya mendeskripsikan pengertian bahasa tubuh, supaya kita memperoleh kesamaan pemahaman makna tentang bahasa tubuh. Bahasa tubuh merupakan proses pertukaran pikiran dan gagasan dimana pesan yang disampaikan dapat berupa isyarat, ekspresi wajah, pandangan mata, sentuhan, artifak (lambang yang digunakan), diam, waktu, suara, serta postur dan gerakan tubuh.

Pentingnya Bahasa Tubuh Dalam Public Speaking

Dalam public speaking ada hal-hal di luar kata-kata (verbal) yang dapat membuat komunikasi berjalan elegan dan menyenangkan yaitu senyuman, postur terbuka, mencondongkan badan, sentuhan, kontak mata dan anggukan. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa bahasa non-verbal ini menduduki porsi lebih besar dari pada bahasa verbal (kata-kata). Kata-kata hanya menempati porsi 7% sementara bahasa tubuh 58% sisanya intonasi suara 35%. (Ponijan Liaw, 2004).

Senyuman

Senyum merupakan hal terpenting untuk memikat. Setiap orang pasti akan terpikat dengan senyuman yang tulus dan manis. Rasa kesal sang ibu sirna seketika melihat sang bayi tersenyum, misalnya. Sedemikian penting senyum ini, hingga sebuah pepatah Tionghoa mengatakan, “Jika tidak dapat tersenyum, jangan buka toko”. Senyuman akan dapat memikat pendengar kita dan akan membuat mereka lupa bahwa mereka tengah dijejali berbagi informasi yang kita sampaikan.

Kontak Mata

Kontak mata sering menjadi topik pembahasan pada public speaking karena memang memiliki kegunaan. Kalau tidak ada gunanya, lebih baik kita membaca teks saja dan tidak perlu melakukan kontak mata. Jadi berikut ini adalah beberapa manfaat bagi kita, saat kita melakukan kontak mata dengan efektif.

Manfaat pertama adalah, membuat kita tahu reaksi audien pada apa yang kita sampaikan. Kedua, dengan kontak mata yang baik kita membangun kedekatan dengan audien. Ketiga, membantu kita meningkatkan kredibilitas kita.

Penampilan Fisik

Marilah mulai dengan penampilan fisik Anda. Ada sejumlah fakta luar biasa yang akan membuat Anda berhenti sejenak untuk berpikir ketika Anda memikirkan betapa pentingnya penampilan dalam menghasilkan daya tarik.

Bagaimana jika penampilan kita tidak menarik?

Terkait dengan masalah ini Anda tidak perlu khawatir karena penampilan itu bisa dirubah. Namun perlu diketahui juga, bahwa Anda tidak dapat mengubah segala hal tentang penampilan fisik Anda tetapi Anda pasti dapat membuat perubahan yang akan member Anda “Amunisi tambahan”.

Penelitian memberi tahu kita bahwa “prinsip publisitas” meningkatkan nilai kita. Secara spesifik, prinsip publisitas mengatakan bahwa kalau Anda semakin sering dilihat oleh orang lain, Anda tampak semakin cerdas dan menarik lagi bagi orang lain. Bila Anda tidak dianugrahi wajah seperti Cindy Crawford atau Tom Cruise, maka ini adalah waktunya Anda untuk mengambil keuntungan dari prinsip publisitas diri.

Sikap Berdiri

Bagaimana kita berdiri di depan audiens juga akan mencerminkan kredibiitas kita di depan orang lain. Sikap berdiri harus tegak, jangan condong ke kiri, kanan, muka, atau kebelakang. Berat badan harus di topang oleh kedua kaki dan tangan. Tangan dibiarkan menggelantung, tetapi jangan seperti orang siap berbaris, juga jangan seperti orang beristirahat ditempat. Tangan juga jangan selalu lama berpegang di podium, apalagi tubuh condong bersandar pada podium.

 

Sumber Bacaan:

Kavin Hogan & Mary Lee LaBay. (2002). Personal Atraction (Agar Siapa Pun Tertarik Kepada Anda dan TidakBida Menolak Anda. Jakarta: Ufuk Press

Ponijan Liaw. (2004). The Art Of Communication That Works. Jakarta: PT Elax Media Komputindo

Rohan M. (2011). Smart Public Speaking. Jakarta: Gagas Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>