Metode pembelajaran demonstrasi adalah salah satu metode pembelajaran laboratorium. Menurut Nursalam & Ferry Afendi dalam bukunya yang berjudul pendidikan dan keperawatan menjelaskan pengertian metode pembelajaran demonstrasi adalah metode pembelajaran yang menyajikan suatu prosedur tugas, cara menggunakan alat, dan cara berinteraksi dengan klien. Demonstrasi dapat di lakukan langsung atau melalui media seperti video dan film. Peserta didik dapat mendengar dan melihat prosedur, langkah-langkah dan penjelasan-penjelasan yang mendasar.
Sedangkan Menurut Muhibbin Syah (1995: 208) Metode Pembelajaran Demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Sedangkan menurut Aminuddin Rasyad (2002: 8) metode demonstrasi adalah cara pembelajaran dengan meragakan, mempertunjukkan atau memperlihatkan sesuatu di hadapan murid di kelas atau di luar kelas.
Tujuan Pembelajaran Demonstrasi
Tujuan metode pembelajaran demonstrasi yaitu untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakannya, harapan yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara lain, serta untuk mengetahui dan melihat kebenaran sesuatu.
Langkah-langkah dalam Metode Pembelajaran Demonstrasi
Menurut Hasibuan dan Mujiono (1993: 31) langkah-langkah metode Pembelajaran demonstrasi adalah sebagai berikut:
- Merumuskan dengan jelas kecakapan dan atau keterampilan apa yang diharapkan dicapai oleh siswa sesudah demonstrasi itu dilakukan.
- Mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh, apakah metode itu wajar dipergunakan, dan apakah ia merupakan metode yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang dirumuskan.
- Alat-alat yang diperlukan untuk demonstrasi itu bisa didapat dengan mudah, dan sudah dicoba terlebih dahulu supaya waktu diadakan demonstrasi tidak gagal.
- Jumlah siswa memungkinkan untuk diadakan demonstrasi dengan jelas.
- Menetapkan garis-garis besar langkah-langkah yang akan dilaksanakan, sebaiknya sebelum demonstrasi dilakukan, sudah dicoba terlebih dahulu supaya tidak gagal pada waktunya.
- Memperhitungkan waktu yang dibutuhkan, apakah tersedia waktu untuk memberi kesempatan kepada siswa mengajukan pertanyaanpertanyaan dan komentar selama dan sesudah demonstrasi.
- Selama demonstrasi berlangsung, hal-hal yang harus diperhatikan:
Keterangan-keterangan dapat didengar dengan jelas oleh siswa.
Alat-alat telah ditempatkan pada posisi yang baik, sehingga setiap siswa dapat melihat dengan jelas.
Telah disarankan kepada siswa untuk membuat catatan-catatan seperlunya.
- Menetapkan rencana untuk menilai kemajuan siswa. Sering perlu diadakan diskusi sesudah demonstrasi berlangsung atau siswa mencoba melakukan demonstrasi.
Daftra Pustaka
J.J. Hasibuan dan Mujiono. (1993). Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nursalam & Efendi, Ferry. Pendidikan dan Keperawatan. Salemba Medika
Rosyad, Aminudin. (2002). Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara
Syah, Muhibbin. (1995). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Silahkan baca artikel menarik lainnya:
Comments
Powered by Facebook Comments




