«

»

Jun 06

Print this Post

Meningkatkan Kinerja Karyawan

Meningkatkan kinerja karyawan adalah hal yang sangat fundamental untuk mencapai hasil maksimal untuk perusahaan dan untuk memberikan kepuasan kepada para konsumen atau pelanggan. Untuk lebih bisa memahami hal tersebut di bawah ini akan di jelaskan tentang pengertian kinerja karyawan, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dan cara meningkatkan kinerja karyawan.

Pengertian Kinerja Karyawan

Menurut Handoko (2001 : 21) kinerja diartikan sebagai ukuran keberhasilan dari karyawan. Kinerja dikonsepsikan sebagai perilaku seseorang dalam menetapkan sasaran kerja, pencapaian target sasaran kerja, cara kerja dan sifat pribadi seseorang. Kinerja atau prestasi kerja (performance) diartikan sebagai ungkapan kemampuan yang didasari oleh pengetahuan, sikap, ketrampilan dan motivasi dalam menghasilkan sesuatu.

Sumber daya manusia sebagai aktor yang berperan aktif dalam menggerakkan organisasi dalam mencapai tujuannya. Tercapainya tujuan organisasi hanya dimungkinkan karena upaya para pelaku yang terdapat dalam organisasi, untuk berkinerja dengan baik. Kinerja perorangan (individual performance) dengan kinerja organisasi (corporate performance) terdapat hubungan yang erat. Dengan perkataan lain bila Kinerja karyawan (individual performance) baik maka kemungkinan besar kinerja organisasi (corporate performance) juga baik. Kinerja karyawan akan baik bila ia mempunyai keahlian (skill) yang tinggi, bersedia bekerja karena gaji atau diberi upah yang sesuai dengan perjanjian dan mempunyai harapan masa depan yang lebih baik. (Prawirosentono ; 1999 : 47)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan

Simamora (1995 : 53) memberikan definisi kerja karyawan sebagai tingkat hasil kerja karyawan dalam mencapai persyaratan-persyaratan pekerja yang diberikan. Dengan kata lain kinerja adalah hasil kerja karyawan dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang ditentukan. Kinerja secara umum dipengaruhi tiga faktor, yaitu :

  • Faktor individual yang terdiri dari : kemampuan dan keahlian latar belakang, demografi.
  • Faktor psikologis yang terdiri dari  persepsi, attitude, personality, pembelajaran.
  • Faktor organisasi yang terdiri dari sumber daya, kompensasi, penghargaan, struktur, job design.

Dari uraian di muka maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kinerja individu adalah hasil kerja karyawan baik dari segi kualitas maupun kuantitas berdasarkan standar kerja yang telah ditentukan. Hal tersebut akan tercapai apabila didukung oleh atribut individu, upaya kerja (work effort) dan didukung oleh organisasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menurut Sedarmayanti (2001 : 65)  antara lain:

  • Sikap mental (motivasi kerja, disiplin kerja, etika kerja). Sikap mental yang dimiliki seorang karyawan akan memberikan pengaruh terhadap kinerjanya. Sikap mental yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan adalah motivasi kerja, disiplin kerja dan etika kerja yang dimiliki seorang karyawan.
  • Pendidikan. Pendidikan yang dimiliki seorang karyawan mempengaruhi kinerja karyawan tersebut. Semakin tinggi pendidikan seorang karyawan maka kemungkinan kinerjanya juga semakin tinggi.
  • Ketrampilan. Karyawan yang memiliki ketrampilan akan mempunyai kinerja yang lebih baik dari pada karyawan yang tidak mempunyai ketrampilan.
  • Kepemimpinan. Kepemimpinan manajer memberikan pengaruh terhadap kinerja karyawannya. Manajer yang mempunyai  kepemimpinan yang baik akan dapat meningkatkan kinerja bawahannya.
  • Tingkat penghasilan. Tingkat penghasilan karyawan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Karyawan akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya apabila mempunyai penghasilan yang sesuai.
  • Kedisiplinan. Kedisiplinan yang kondusif dan nyaman akan dapat meningkatkan kinerja karyawan.
  • Komunikasi. Para karyawan dan manajer harus senantiasa menciptakan komunikasi yang harmonis dan baik. Dengan adanya komunikasi yang baik maka akan mempermudah dalam menjalankan tugas perusahaan.
  • Sarana pra sarana. Perusahaan harus memberikan fasilitas atau sarana dan prasarana yang dapat mendukung kinerja karyawan.
  • Kesempatan berprestasi. Adanya kesempatan berprestasi dalam perusahaan dapat memberikan motivasi kepada karyawan untuk selalu meningkatkan kinerja.

Cara Meningkatkan Kinerja Karyawan

Menurut Casey Fitts Hawley (2005) anda dapat meningkatkan kinerja seseorang jika anda tidak melihat individu tersebut sebagai sebuah masalah. Namun, lihatlah masalah yang dimilikinya. Apakah yang di perlukan oleh orang ini agar harinya kerjanya lebih sukses dan kehidupan kerjanya lebih menyenangkan? Berikut ini adalah sebelas prinsip yang berkaitan dengan kinerja; beberapa di antaranya merupakan kebijaksanaan lama, tetapi masih berlaku sampai sekarang.

Tidak ada orang yang menerima pekerjaan untuk gagal

Jika salah satu karyawan ada yang tidak sukses, berarti ia kekurangan salah satu dasar pemicu kinerja yaitu: kejelasan mengenai kinerja yang di harapkan. Gambaran yang jelas mengenai apa kinerja yang bagus, pemahaman bahwa ada kesenjangan antaranya kinerjanya dan kinerja yang di harapkan dan peralatan atau kebutuhan seperti pengetahuan, keterampilan, motivasi, perbaikan lingkungan kerja, atau pelatihan taktis.

Dalam masing-masing dari keempat situasi ini, anda sebagai manager atau supervisor dapat membantu dengan: memperjelas kinerja yang di harapkan dengan menetapkan target dan saran yang jelas dan terukur, menawarkannya ikut pelatihan, mengikuti aktivitas rekan senior atau menonton demonstrasi yang menunjukkan persis seperti apa kinerja yang bagus kepada karyawan, dengan terbuka, deskriptif dan manusiawi menunjukkan kesenjangan antara kinerja karyawan dan kinerja yang diharapkan dan membantu memenuhi kebutuhan karyawan.

Orang termotivasi atas dua hal: ketakutan  atas hukuman dan harapan akan imbalan

Untuk memotivasi karyawan dapat dengan memberikan imbalan dan umumnya adalah berupa uang. Namun dewasa ini karyawan termotivasi oleh sekian banyak hal seperti: jam kerja yang fleksibel, pelatihan untuk meningkatkan nilai mereka di bursa kerja, lingkungan kerja yang ramah dan kekeluargaan, hasrat untuk berkontribusi pada masyarakat, dan lebih banyak lagi.

Masalah kinerja kecil yang di abaikan sejak awal akan menjadi masalah besar dan dapat menulari karyawan yang lain

Setiap besar karyawan tidak bekerja dalam ruang bawah tanah yang tertutup. Mereka secara tidak sadar membandingkan kinerja mereka dengan kinerja orang lain. Jika karyawan yang berkinerja buruk tidak di koreksi standar karyawan yang lain di sekitar mereka akan menurun secara perlahan.

Jika anda melakukan apa yang selalu anda lakukan, anda akan mendapatkan apa yang selalu anda dapatkan

Abraham Maslow, pendiri cabang ilmu perilaku, pernah berkata.” Bagi orang-orang yang hanya mempunyai palu, segala sesuatu akan nampak seperti paku. “ Demikian pula, jika seorang manajer telah mencoba mencapai hasil kinerja dengan lima metode yang sama salam bertahun-tahun, manajer tersebut akan mengira bahwa kelima metode itu menyimpan jawaban terhadap semua masalah kinerja. Untuk mengatasi masalah tersebut anda di minta untuk bereksperimen, mencoba pendekatan baru, dan bekerja untuk menantang para karyawan dalam berbagai cara baru yang mengejutkan.

Setiap orang ahli dalam satu bidang-kuncinya adalah menemukan apa yang menjadi keahlian setiap orang

Pendekatan yang bisa di gunakan dalam meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan mengubah lingkungan, peralatan, penugasan, atau faktor-faktor eksternal lain dan bukan mengganti karyawan dan menyelelaraskan tugas karyawan dengan bakat alam karyawan.

Anda tidak dapat memuaskan seorang bos yang tidak tahu apa yang diinginkannya

Dalam hal ini seorang manager bertanggung jawab menggambarkan target kinerja dalam kata-kata dana penjelasan yang mudah di pahami oleh karyawan.

Kadang-kadang tindakan yang terbaik adalah tidak bertindak sama sekali

Dalam banyak bab, manajer di sarankan untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan pilihan yang sangat berharga untuk tidak bertindak sama sekali. Sejumlah perilaku karyawan yang tidak produktif bersifat temporer dan merupakan akibat dari situasi tertentu di tempat kerja atau di rumah. Jika karyawan tersebut telah terbukti berharga di masa lalu membiarkannya mengoreksi perilakunya sendiri mungkin adalah tindakan yang paling efisien untuk mengembalikannya pada kinerja puncak.

Menangkap basah orang yang sedang melakukan sesuatu yang benar

Manajer harus memberikan penguatan positif, yaitu dengan menunjukkan kinerja yang bagus dan mengakuinya dan membesar-besarkannya, Ini akan mendorong kinerja yang bagus bagi para karyawan dan rekan-rekan mereka dari pada hanya memintanya perhatian mereka pada kinerja yang buruk.

Anda akan mendapatkan kinerja yang lebih hebat dengan bekerja sama dari pada menginjak orang lain

John D Rockefeller pernah berkata:

Telah lama saya di yakinkan bahwa secara alami perusahaan dan karyawan adalah mitra kerja, bukan musuh, bahwa kepentingan mereka sama bukan berlawanan, bahwa dalam jangka panjang kesuksesan yang satu bergantung pada kesuksesan yang lain.

Perlakuan yang berbeda untuk orang yang berbeda

Kunci mengajarkan ketrampilan baru pada karyawan adalah dengan menentuakn masing-masing dari mereka paling cepat paham dengan membaca petunjuk, atu dengan melihat demonstrasi, atau denga menugaskan langsung dalam pekerjaaan dan belajar mencoba-coba. Bertanya kepada karyawan dengan cara bagaiamana ia mau di latih juga merupakan langkah yang ampuh untuk meningkatkan kinerja karyawan

Anda tidak boleh “ngomong doang” anda harus terjun langsung

Karyawan dewasa ini mengharapkan otentisitas dalam diri pemimpin. Jika anda meminta standar yang tinggi, baik dalam etika, produksi, atau kualitas, anda juga harus mendemonstrasikan komitmen dan terhadap standar tersebut. Sekarang, lebih dari sebelumnya, karyawan menginginkan panutan kerja. Pastikan anda mencontohkan perlakuan dan menunjukkan komitmen terhadap target yang anda harapkan dari orang lain.

 

 

About the author

Rona Binham

Adalah seorang pendidik, praktisi presentasi, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi. Ia mengajar, melatih, menulis dan terus berusaha memberikan motivasi dan inspirasi kepada semua orang. Dengan sebuah motto "Orang hebat adalah orang yang hidupnya penuh inspirasi dan menginspirasi

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/meningkatkan-kinerja-karyawan/

1 comment

  1. Mamed ajah

    Selamat malam pak.
    Saya ingin bertanya mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja menurut sedarmayanti (tahun 2001) diatas dan prawirosentono (tahun 1999). Itu judul bukunya apa ya?
    sebab saya sedang menyusun skripsi dan membutuhkan referensi bacaan.

    terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *