«

»

Jul 25

Print this Post

Memahami Apa Itu Public Speaking ?

Speaker at Podium

Apa Itu Public Speaking?

Berbicara di muka umum saat ini telah menjadi kebutuhan semua orang, karena di era kompetisi yang serba cepat seperti sekarang, semua profesi menuntut kita untuk dapat berbicara di muka umum untuk melakukan presentasi, pidato, menjadi pembawa acara dan lain sebagainya. Karena tulisan saja tak cukup kuat untuk berkata‐kata, maka kemampuan berbicara (public speaking) menjadi sangat penting karena ia dapat menguatkan arti dari sebuah tulisan.

Secara sederhana public speaking diartikan sebagai kemampuan berbicara di muka umum. Namun perlu kita pahami, sebenarnya pengertian public spaeaking tidak sesederhana itu. Istilah kemampuan memiliki banyak makna, karena kemampuan berbicara di muka umum itu mencakup berbagai aspek, bukan hanya sekedar berbicara, tetapi lebih dari itu.

Untuk bisa memahami dengan baik apa itu public sepeaking, saya akan coba kutipkan pendapat Charles Bonar Sirait dalam bukunya yang berjudul The Power Of Public Speaking mengatakan bahwa “public speaking adalah rangkaian cara berpikir dan pengumpulan seluruh talenta manusia atas pengalaman masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang kemudian dipadukan dengan etika, pola berperilaku, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, analisa keadaan dan faktor lainnya, lalu dikemas dalam bentuk kalimat atau ucapan yang mengandung makna strategi komunikasi dibaliknya untuk mencapai sebuah tujuan”.

Kenapa Perlu Mempelajari Public Speaking ?

Supaya kita lebih memahami pentingnya public speaking, terlebih dahulu kita harus memahami alasan kenapa kita harus mempelajari public speaking.

Menurut Richard West & Lynn H. Turner di Amerika Serikat mempelajari public speaking dan komunikasi secara umum sangat penting, alasannya. Pertama, kompetensi dalam komunikasi lisan dalam berbicara dan mendengar merupakan prasyarat bagi kesuksesan akademik, personal dan profesional mahasiswa dalam hidupnya. Kedua, keahlian komunikasi sangat penting dalam mendapatkan dan mempertahankan pekerjaan. Ketiga, ketika seseorang berbicara di hadapan sebuah kelompok, informasi itu akan bergema melampaui kelompok tersebut.

Selain hal di atas public speaking juga memberikan begitu banyak kesempatan bagi kita semua untuk meningkatkan karier, talenta kepemimpinan, kemampuan dan kepercayaan diri. Bahkan public speaking dapat menjadi sarana untuk memperbanyak teman, kolega, kenalan dan lain-lain.

Pemahaman yang keliru tantang public speaking

Pemahaman yang keliru tentang public speaking, dialami oleh orang awam dan para pembicara. Lo..kok pembicara? tenang, nanti saya jelaskan secara lebih rinci. Sekarang terlebih dahulu, kita bahas tentang pemahaman yang keliru bagi orang awam.

Kenapa orang awam enggan mempelajari public speaking? Karena mereka terlebih dahulu memiliki pemahaman yang keliru tentang public speaking. Pemahaman yang keliru tersebut antara lain:

1. Percaya bahwa public speaking itu sulit

Di lapangan orang bukan hanya mengatakan, tapi sudah mempercayai bahwa public speaking itu sulit. Pemahaman seperti inilah yang membuat seseorang anti pati dengan public speaking.

Kalau yang memahami seperti itu orang yang tidak berpendidikan mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi yang terjadi, banyak juga para mahasiswa, para pelajar, para professional (guru, anggota dewan, para pelaku bisnis) yang percaya bahwa berbicara dimuka umum itu sulit. Hal ini memang sangat ironi, tapi juga tidak bisa disalahkan, karena ada banyak hal yang menyebabkan fenomena seperti itu terjadi.

Sekarang yang paling penting adalah meluruskan semua konsep yang keliru tersebut. Berbicara di muka umum itu bukan hal yang sulit, jika kita mau belajar, mau berlatih dan mau mencoba. Dengan mlakukan itu lama-kelamaan kemampuan berbicara di muka umum akan meningkat dan kita tidak akan lagi mengatakan bahwa berbicara di muka umum itu sulit.

2. Public speaking itu membutuhkan bakat

Sebelum membahas tentang hubungan bakat dengan public speaking, sebaiknya terlebih dahulu kita pahami tentang bakat. Banyak ahli telah mendefinikan tentang bakat. Bakat adalah kemampuan yang dibawa sejak lahir yang dengan latihan-latihan tertentu akan memperoleh berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan khusus.

Mungkin Anda bertanya apakah setiap orang punya bakat public speaking? Saya katakan tidak, kenapa saya mengatakan demikian? Karena manusia itu makhluk sosial, selama ia bisa berbicara, secara naluriah ia akan berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan public speaking itu terbentuk dari proses yang dilalui sesorang dengan belajar, berlatih dan mencoba. Jadi selama Anda mau belajar, mau berlatih dan mau mencoba, kesempatan menjadi pembicara hebat masih terbuka luas.

3. Public speaking itu untuk orang-orang berpendidikan, pejabat dan orang-orang bisnis

Ini satu lagi kesalahan yang sering dilakukan oleh banyak orang. Perlu Anda pahami berbicara di muka umum itu milik semua orang.  Siapa saja berhak mempelajari dan berhak berbicara di muka umum. Meskipun dalam lingkup yang kecil. Jadi mulai sekarang lupakan paradigma lama yang salah. Siapun Anda, tidak ada salahnya Anda belajar public speaking, bahkan menurut saya ini adalah suatu keharusan. Jangan berpikir untuk apa belajar public speaking? Berpikirlah bahwa suatu saat nanti ilmu ini akann bermanfaat untuk Anda.

Hal-hal di atas adalah pemahaman yang umum dilakukan oleh orang awam. Selanjutnya mari kita bahas tentang kekeliruan pemahaman yang sering dilakukan oleh para pembicara.

G. Sukadi dalam bukunya yang berjudul Public Speaking Untuk Pemula menjelaskan bahwa ada banyak pembicara yang memiliki pemahaman yang keliru tentang berbicara di muka umum. Pemahaman atau anggapan ini bisa menolong pembicara mengatasi kesulitan yang dihadapi. Namun, pada umumnya bersifat seseaat. Anggapan macam apakah itu?

Pertama yang sangat umum kita dengar adalah nasihat untuk memperlakukan publik sebagai orang-orang yang lebih bodoh dari si pembicara. Bahkan, ada yang menganjurkan agar menganggap public sebagai batu nisan atau kawanan kerbau.

Kedua, menganggap public sebagai momok, musuh, atau hakim yang akan mengadali kita. Pembicara semacam ini ini sebelum tampil biasanya sudah kalah. Dia tampli tanpa kepercayaan diri, tanpa keyakinan.

Ketiga, Ada pula yang beranggapan bahwa seseorang yang tampil berbicara di depan umum harus pandai bermain sandiwara, berpura-pura. Pembicara semacam ini cenderung menirukan atau mencontoh pembicara lain yang dianggapnya baik.

Keempat, ada pula anggapan bahwa keberhasilan seorang pembicara di ukur oleh banyak, keras, dan lamanya public bertepuk tangan. Semakin banyak tawa dan tepuk tangan dari public, selama dan sesudah pembicara menyelesaiikan bicaranya, dinilai pembicaranya semakin baik.

Demikianlah informasi sederhana tentang apa itu public speaking. Sekarang Anda sudah tahu bahwa public speaking itu penting. Karena itulah mulai sekarang hilangkan semua asumsi negatif tentang public speaking. Percayalah saya, Anda dan kita semua bisa menguasai kemampuan public speaking dengan baik. Satu hal yang juga harus Anda ingat, seorang public speaker handal itu tidak dilahirkan, tetapi diciptakan.

Sumber Bacaan:

Charles Bonar Sirait. (2007). The Power Of Public Speaking. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

G. Sukardi. (1993). Public Speaking Bagi Pemula. Jakarta: PT Grasindo

Richard West & Lynn H. Turner. (2008). Pengantar Teori Komunikasi, Teori dan Aplikasi.

 

Photo Credit: Microsoft Image

Belajar-Desain-Slide-Powerpoint

About the author

Rona Binham

Adalah trainer, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi dan ronapresentasi.com yang sering memberikan motivasi dan inspirasi di berbagai kesempatan dengan spesialisasi di bidang motivasi, pengembangan diri, presentasi powerpoint dan public speaking,

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/memahami-apa-itu-public-speaking/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *