«

»

Apr 21

Print this Post

Manajemen Cinta

Istilah manajemen dewasa ini sering dikaitkan dengan banyak hal seperti manajemen waktu, manajemen potensi diri, manajemen berbasis sekolah, manajemen artis, manajemen keuangan dan lain sebagainya. Tidak bisa dipungkiri bahwa hampir semua hal membutuhkan manajemen untuk mencapai tujuan yang lebih optimal. Dengan manajemen akan memudahkan seseorang dalam mengelola, mengatur dan mengontrol kegiatan lebih baik.

Namun saat ini yang ingin penulis tanyakan “Apakah cinta juga butuh manajemen?”

Coba anda lihat di sekitar anda berapa banyak anda melihat orang yang sakit hati karena cinta? Berapa banyak anda melihat orang yang di landa kegalauan karena cinta? Berapa banyak orang yang berpikir tidak rasional yang mau melakukan apapun karena cinta?Berapa banyak orang yang dirugikan karena cinta?

Para pujangga mengarahkan hidup tanpa cinta bagai taman tanpa bunga. Itu mengisyaratkan bahwa tanpa cinta hidup terasa hampa. Namun anehnya kenapa banyak orang yang galau dan menderita karena cinta? Apa yang membuat itu terjadi? Menurut hemat penulis hanya satu sababnya karena seseorang tidak mampu mengelola, mengatur atau mengontrol cinta atau dengan kata lain tidak adanya manajemen cinta.

Banyak orang berkata bahwa cinta tidak membutuhkan logika, cinta itu masalah hati dan perasaan, jadi tidak bisa di kaitkan dengan logika. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, mungkin benar cinta masalah perasaan, tapi gara-gara itu pula cinta itu sering menyengsarakan. Cinta yang hanya menggunakan perasaan akan membuat seseorang larut dengan perasaan yang di alaminya, akibatnya jika cinta tidak sesuai dengan yang di harapkan, seseorang akan lebih mudah galau dan menderita karenanya.

Saya pernah punya teman wanita yang punya seorang kekasih, mereka pacaran sudah cukup lama. Sebelum mereka pacaran teman saya cukup tahu jelas kepribadian pasangannya. Dulu teman-teman sudah sering mengingatkannya, tapi dia bersikukuh bahwa laki-laki itu setia, perhatian, bahkan dia bilang dia bisa menerima keadaanya apa adanya dan akan memberikan kesempatan pacarnya untuk berubah. Karena alasan itu teman-teman sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun hubungan mereka pun semakin dalam, hingga pada suatu hari dia telepon sambil menangis tersedu-sedu dan mengatakan bahwa pacarnya selingkuh, dan perselingkuhan itu sudah di lakukan berkali-kali. Beberapa jam teman saya telepon, dari obrolan di telepon tersebut saya tahu bahwa teman saya sangat menderita, namun yang membuat saya aneh, dia tetap tidak mau meninggalkan pacarnya tersebut.

Sedikit narasi di atas hanyalah salah satu dari banyak kasus tentang cinta yang menurut penulis di akibatkan karena tidak mau menggunakan logika dalam bercinta. Cinta itu kekuatan dan cinta itu adalah kekuatan yang luar biasa yang mampu merubah sesuatu lebih indah atau sebaliknya. Semua itu tergantung bagaimana seseorang melakukan manajemen cinta. Jika cinta tidak dikelola secara benar maka berhati-hatilah terhadap cinta, karena cinta akan membawa keburukan bagi anda. Satu hal yang perlu anda catat “Cinta Memang Tidak Membutuhkan Logika, Tapi Dengan Logika Seseorang Menemukan Cinta”.

About the author

Rona Binham

Adalah trainer, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi dan ronapresentasi.com yang sering memberikan motivasi dan inspirasi di berbagai kesempatan dengan spesialisasi di bidang motivasi, pengembangan diri, presentasi powerpoint dan public speaking,

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/manajemen-cinta/


Fatal error: Uncaught CurlException: 7: Failed to connect to api-read.facebook.com port 443: Connection timed out thrown in /home/cafeicom/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 996