«

»

Apr 19

Print this Post

Kata Terlambat Milik Pemalas

Bagi seorang pembalap untuk memperoleh kemenangan di garis Finish tidak harus selalu start di depan. Tidak sedikit sang juara mulai start dari belakang tapi bisa mencapai garis finish duluan. Kuncinya adalah sebuah keyakinan dan kemampuan. Hidup ibarat arena balap, dibutuhkan keyakinan dan kemampuan mencapai tujuan. Siapapun bisa sukses dan menjadi pemenang, tak peduli kapan mumulai itu semua. Tidak pernah ada kata terlambat untuk membuat perubahan. Kata terlambat milik pemalas.

Tulisan di atas mengandung makna bahwa siapapun punya kesempatan yang sama untuk berhasil. Kesadaran akan hal tersebut perlu kita tanamkan dalam diri sendiri, apapun profesi, kedudukan dan pekerjaan saat ini.

Kemarin penulis berjumpa dengan beberapa teman lama. Masing-masing dari mereka memiliki keadaan yang berbeda.Teman yang pertama Dia sekarang bekerja disebuah Bank swasta yang terkemuka. Teman yang kedua, bekerja disekolahan Negeri dan masih mengabdikan dirinya sebagai guru tidak tetap, dengan gaji yang jauh dari memadai, dan teman ketiga adalah seorang kuli bangunan. Kami bercakap-cakap cukup lama, dan saling menceritakan pengalaman hidup  masing-masing.

Ada tiga hal yang bisa saya ceritakan dari pertemuan tersebut. Pertama, teman Si pegawai Bank, Dia memulai karirnya agak terlambat dibandingkan teman satu angkatan, Dia sempat tidak mengenyam bangku kuliah selama 4 tahun, namun karena niat dan motivasinya yang tinggi akhirnya Ia kembali kebangku kuliah. Dengan kerja keras akhirnya Ia bisa menyelesaikan pendidikannya dan langsung diterima bekerja di Bank setelah Ia lulus.

Teman saya yang kedua, Ia termasuk orang yang beruntung karena semenjak lulus dari SMA Ia langsung melanjutkan kuliah dan bisa lulus tepat waktu, kemudia bekerja sebagai guru bantu dari tahun 2007. Teman yang ketiga mungkin tidak seberuntung dua teman saya yang lain. Dulu Dia adalah orang tercerdas disekolah SMA kami, lulus dengan nilai matematika tertinggi dan membanggakan sekolah dan guru-guru kami.

Narasi di atas harusnya menjadi sebuah pelajaran berharga buat kita semua, bahwa untuk mencapai sebah tujuan yang kita inginkan kita tidak harus memuli lebih dulu. Buktinya teman saya yang kuliahnya agak terlambat sekarang posisinya lebih baik dari pendulunya, yang mulai lebih dulu kuliah, saat ini juga masih begitu-begitu saja, seakan-akan Ia jalan ditempat tidak ada perubahan. Sedangkan untuk teman yang terakhir, bukan berarti dia tidak mau berubah, tapi karena beberapa hal Ia belum mampu mencapi itu semua.

Bisa saja saat ini keadaan kita masih seperti orang ketiga, masih bingung menentukan tujuan hidup, bingung mau jadi apa aku kelak. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan supaya anda tidak bingung menentukan langkah

Memupuk keyakinan kita.

Setiap orang yang mencoba untuk bangkit dan memulai sebuah perubahan akan selalu dihantui takut gagal. Kegagalan selalu menjadi momok paling menakutkan dan sulit untuk dilawan. Belum pernah ada senjata yang paling untuk melawan ketakutan gagal selain sebuah keyakinan. Keyakinan menguatkan mental atau psikologis dalam diri seseorang yang akan mengantarkan seseorang bertahan dalam keadaan sulit. Keyakinan juga meningkatkan rasa kepercayaan bahwa Tuhan selalu memberikan yang terbaik, Tuhan akan mengabulkan semua permohonan yang diiringi sebuah kesabaran.

Punya mimpi

Saat hendak melakukan sebuah perjalanan harus tahu tempat yang akan dituju. Dengan mengetahui tujuan tesebut, anda bisa memprediksi besar biasa yang diperlukan, alat transport yang digunakan, sehingga memungkinkan anda mempersiapkan akomodadinya secara tepat. Sama halnya dalam menentukan sebuah tujuan atau cita-cita. Tanpa tahu apa yang kita impikan, musatahil menentukan langkah-langkah dalam mencapai impian. Dari sekarang perjelaslah impian anda.

Mengenali Potensi dan kemampuan.

Seseorang yang tidak memahami potensi dan kemampuannya sama halnya Ia berperang namun tidak membawa senjata apa-apa. Kemampuan inilah yang dipersyaratkan untuk memulai sebuah perubahan. Bagaimana memahami dan mengembangkan kemampuan? Caranya sederhana, intropeksi diri, kalau hal itu sulit kita lakukan mintalah kritik dan saran dari orang lain.

Mulailah sekarang juga.

Anda tentu masih ingat dengan apa yang disampaikan Aa Gym. Mulailah dari diri sendiri, mulailah dari yang terkecil dan mulailah dari sekarang juga. Ketiga hal ini akan mudah dilakukan jika memiliki sebuah keyakinan dan senjata untuk memulai itu semua.

Tiba saatnya anda berhenti menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri, apalagi menyalahkan Tuhan. Kita tidak boleh punya anggapan bahwa apa yang terjadi pada diri kita sudah menjadi suratan Tuhan. Nasib setiap Insan ditentukan oleh Insan itu sendiri.

Sudah jelas di ajarkana bahwa “Tuhan Tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak mau merubah nasibnya sendiri.

Orang bijak berkata “Apa yang terjadi pada diri kita hari ini, itu adalah hasil keputusan masa lalu. Apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang tergantung pada keputusaan kita saat ini juga”.

Penulis: Rona Binham

Artikel pernah di muat dalam majalah psikologi plus volume VI No 10 April 2012

About the author

Rona Binham

Adalah trainer, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi dan ronapresentasi.com yang sering memberikan motivasi dan inspirasi di berbagai kesempatan dengan spesialisasi di bidang motivasi, pengembangan diri, presentasi powerpoint dan public speaking,

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/kata-terlambat-milik-pemalas/

1 comment

  1. Win Riyadi

    kita memang sering terkungkung oleh waktu sehingga ada kata ‘yang lalu, sekarang dan nanti’, hal ini karena pengalaman dan pendidikan yang kita peroleh dari guru, dosen dan ortu kita. Belajarlah melampaui konsep waktu, sehingga Sukses itu bukan nanti tapi SEKARANG! menurut saya itu bisa menghilangkan kata ‘terlambat’.
    TDW pernah menulis untuk menjadi kaya raya/Berhasil – salah satu caranya adalah : Be, Do baru Have, ini merupakan bukti bahwa Sukses harus dan bisa terjadi sekarang, pertama dalam pikiran kedua akan mewujud… Karena segala sesuatu di dunia ini terjadi dari Pikiran baru mewujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *