«

»

May 29

Print this Post

Cara Mengatasi Kecemasan

Bagaimana cara mengatasi kecemasan? Sebelum saya membahas cara mengatasi kecemamasan sebaiknya anda baca dulu ulasan-ulasan berikut supaya anda lebih memahami bagaimana cara mengatasi kecemasan dan kecemasan yang seperti apa yang bisa kita atasi. Berbicara tentang kecemasan saya yakin kita pernah berada dalam kondisi tersebut. Misalnya saja kita cemas terhadap hasil ujian semester, kita cemas terhadap keadaana adik kita yang pergi keluar kota sendiri, kita cemas saat kita berada di terminal yang belum pernah kita datangi sebelumnya, kita cemas terhadap dosa-dosa yang pernah kita lakukan dan masih banyak lagi kondisi-kondisi cemas yang lain. Cemas itu pada dasarnya adalah suatu bentuk kekhawatiran kita terhadap sesuatu yang belum kejadian. Lebih jelasnya Sulistiwati (2005) menjelaskan bahwa kecemasan adalah respon emosi tanpa objek yang secara subjektif di alami dan di komunikasikan secara interpersonal. Kecemasan adalah kebingungan, kekakhawatiran pada sesuau yang akan terjadi dengan penyebab yang tidak jelas dan di hubungkan dengan perasaan tidak menentu dan tidak berdaya dan kecemasan tidak dapat di hindarkan dalam kehidupan sehari-hari.

Gejala Kecemasan

Menurut Savitri Ramaiah (2003) ada berbagai gejala kecemasan. Gejala-gejala yang paling lazim ialah:

  • Kejengkelan umum: Rasa gugup, jengkel, tegang dan ras apanik. Rasa cemas berkepanjangan bahwa suatu bencana yang tidak jelas segera menyerang menyebabkan anda tidak dapar tidur dan selama siang haru mudah merasa lelah.
  • Sakit kepala: ketegangan otot, khusunya di kepala, di daerah tengkuk dan di tulang punggung, mungkin menyebabkan sakit kepala atau rasa tidak enak atau denyut-denyut kesakitan. Rasa sakitnnya mungkin terdaat di belakang kepala, di atasnya, atau di sebelah depan.
  • Gemetaran: Sekujur tubuh gemetaran, khusunya di lengan dan tangan
  • Aktivitas sistem anotomik yang meningkat: Fungsi-fungsi tubuh seperti pernafasan, pencernaan makanan, denyut jantung, dan sebagaainya di namakan “fungsi otonimik karena berfungsi secara mendiri tanpa pengaruh dari luar. Kecemasan dapat meningkatkan aktivitas sistem otonomik ini dank arena itu menyebabkan keringat bercucuran (khusunya di telapak tangan), serta memanas dan memerahkan wajah. Kadang-kdang mulut menjadi makin kering atau air liur makin banyak di mulut.

Gejala-gejala kecemasan yang ungkap di atas adalah gejela kecemasan yang sifatnya menahun atau dengan kata lain bisa di bilang kecemasannya sudah memasuki kadar yang cukup berat. Supaya kita bisa memahami kadar kecemasan kita sendiri ada baiknya lihat penjelasan di bawah ini

Berbagai macam tingkat kecemasan

Menurut Townsend (Endang Sri Astuti, dkk, 2010) tingkat kecemasan dapat di klasifikasikan ke dalam empat kategori, yaitu ringan, sedang, berat dan panic.

Kecemasan Ringan

Kecemasan ringan berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebabkan seseorang menjadi waspada dan meningkatkan persepsinya. Kecemasan ringan dapat memotivasi belajar dan menghasilakn pertumbuhan dan kreativitas. manifestasi yang muncul pada tingkat ini adalah kelelahan, iritabel, persepsi meningkat, kesadarn tinggi, mampu untuk belajar, motivasi meningkat dan tingkah laku yang sesuai situasi.

Kecemasan sedang

Memungkinkan seseorang memusatkan pada masalah yang penting dan mengesampingkan yang lain sehingga seseorang mengalami perhatian yang selektif, namun dapat melakukan sesuatu yang terarah. Manifestasi yang terjadi pada tingkat ini, yaitu kelelahan meningkat, kecepatan denyut jantung, pernafasan meningkat, ketegangan otot meningkat, bicara cepat dengan volume tinggi, persepsi menyempit, mampu untuk belajar namun tidak ooptimal, kemampuan konsentrasi menurun, perhatian selektif dan terfokus pada rangsangan yang tidak ansietas, mudah tersinggung, tidak sabar, mudah lupa, marah dan menangis.

Kecemasan berat

Sangat menurangi persepsi seseorang. Seseorang dengan kecemasan berat cenderung untuk memusatkan pada sesuatu yang terinci dan sspsifik, serta tidak dapat berpikir tentang hal lain. Orang tersebut memerlukan banyak pengarahan untuk dapat memusatkan perhatiannya. Manifestasi yang muncul pada tingkat ini mengeluh pusing, skit kepala, nausea, tidak dapat tidur (insomnia), sering kencing, diare, palpitasi, persepsi menyempit, tidak bisa belajar secara efektif, berfokus pada dirinya sendiri, dan keinginan untuk menghilangkan kecemasan tinggi, perasaan tidak berdaya, bingung dan disorientasi.

Panik

Panik berhubungan dengan terperangah, ketakutan, dan terror karena mengalami kendali. Orang yang sedang panic tidak mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan. Tanda dan gejala yang terjadi pada keadaan ini adalah susah bernafas, dilatasi pupil, palpitasi, pucat, diaphoresis, pembicaraan inkoheren, tidak dapat merspon terhadap peerintah yang sederhana, berteriak, menjerit, megalami halusinasi dan delusi.

Cara mengatasi kecemasan

Seperti yang telah di sampaikan di atas bahwa kecemasan terdiri dari empat tingkat. Untuk tingkat berat dan panik, lebih baik di konsultasikan ke para ahli. Sedangkan untuk kelas ringan dan sedang sebenarnya masih bisa kia atasi sendiri. Dalam artikel ini saya tidak akan membahas tentang mengatasi kecemasan berat dan panic, karena iru adalah ranahnya para ahli. Sedangkan yang akan saya bahas adalah tentang mengatasi kecemasan pada tingkat ringan dan sedang. Adapaun cara mengatasi kecemasan tersebt adalah sebagai berikut:

Berpikir Positif

Seseorang yang di landa kecemasan umumnya memiliki pola pikir yang tidak rasional dan cenderung negatif thinking. Sehingga diri mereka selalu di hantui oleh perasaan was-was dan khawatir, padahal penyebab dari kekhawatiran itu sendiri tidak jelas. Hal ini muncul karena sugesti yang negatif dari pikiran terhadap dirinya sendiri dan keadaan yang ada di sekitarnya. Yang akhinya membuat seseorang menjadi paranoid. Untuk mengatasi hal iin langkah pertama kita harus belajar berpikir positif terhada diri sendiri, kemudian kepada orang lain, kepada keadaan dan kepada sanga pencipta. Biasakanlah diri kita untuk berpikir positif karena hal ini akan mengarahkan kita pada sikap dan tindakan yang positif pula.

Berdoa/berdzikir

Tidak bisa di pungkiri bahwa doa dan dzikir adalah obat yang mujarab bagi diri yang sedang kalut. Dengan banyak berdoa, energi positif diri kita akan meningkat dan akan menghilangkan energi-energi negatif yang ada dalam pikiran dan tubuh. Berdoa selain wujud pendakatan diri kepada sang pencipta, doa juga merupakan terapi penghilang kecemasan yang sangat terpercaya dan mujarab. Hal ini sudah banyak di buktikan oleh para ahli terapi pecandu narkoba, yang ada di pondok-pondok pesantren. Jadi tidak ada keraguan bagi kita untuk segera bedoa dan berdzikir kepada sanga pemcipta.

Konsultasikan pada yang ahli

Kalau memungkinkan sebaiknya andaa konsultasikan masalah tersebut dengan ahlinya, bisa para psikolog atau para konselor. Hal ini tidaklah suatu keharusan, karena tentunya membutuhkan biaya yang lebih. Tapi kalau anda punya uang yang sedikit lebih tidak ada salahnya jika anda datang ke ahli dan mengkonsultasikan masalah kecemasan yang anda alami.

Belajar-Desain-Slide-Powerpoint

About the author

Rona Binham

Adalah trainer, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi dan ronapresentasi.com yang sering memberikan motivasi dan inspirasi di berbagai kesempatan dengan spesialisasi di bidang motivasi, pengembangan diri, presentasi powerpoint dan public speaking,

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/cara-mengatasi-kecemasan/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *