«

»

May 23

Print this Post

Bekerja Sebagai Ibadah

Bekerja sebagai ibadah adalah sikap mental yang harus di bangun untuk mendapatkan manfaat dari pekerjaan yang di lakukan. Dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-‘Awwam r.a., ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak.” (HR. Bukhari). Dalam hadist lain Rosululloh juga bersabda: Barang siapa yang di waktu sorenya merasakan kelelahan karena bekerja, berkarya dengan tangannya sendiri, maka di waktu sore itu pulalah ia terampuni dosanya (HR Tabrani dan Baihaqi).

Dari keterangan di atas jelas bahwa bekerja adalah salah satu amel sholeh yang sukai  oleh Alloh SWT. Tapi bekerja yang di maksud di sini adalah bekerja yang sesuai dengan syariat agama islam. Yang menurut Thohir Luth (2001) harus memenuhi beberapa syarat. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Ikhlas, yaitu menyatunya badan (body), pikiran (mind) dan hati (heart) dalam tugas atau aktivitas seraya mensucikan niat karena Alloh semata. Bukan untuk prestise atau mencari keuntungan. Ingat bekerja adalah ibadah kepada Alloh, maka ikhlas harus terpatri di dalam kerja tersebut.
  2. Cinta, yaitu ada rasa rindu untuk mendapatkan ketenangan atau kebahagiaan bila bertemu dengan yang di damba. Mencitai pekerjaan adalah suatu keharusan, karena di dalamnya kita dapat memeproleh nilai tambah secara materi dan spiritual berupa pengalaman untuk memenuhi hajat hidup kita. Kita tidak bisa mungkir bahwa kita dapat menunaikan sholat, haji, zakat dan bersedekah karena di dukung oleh harta yang kita miliki. Ini berarti bekerja untuk memperoleh pengahsilan menempati posisi yang strategis untuk memperbanyak amal saleh.
  3. Istiqomah, yaitu tetap tekun berpihak pada yang benar. Karena bekerja adalah ibadah maka kita harus istiqomah, tidak boleh menghalalkan segala cara untuk memperoleh penghasilan. Kita harus istiqomah dalam ari tetap berpihak pad yang benar sesuai dengan apa yang di perintahkan agama.
  4. Sedia berkorban. Diketahui bahwa bekerjaa sebagai ibadah juga menuntut pengorbanan, Pengorbanan dalam hal waktu, tenaga, pikiran, harta benda dan perasaan. Ibadah adalah perjuagan atau jihad di jalan Alloh. Oleh karena itu kerelaan untuk berkorban dan keikhlasan menrima segala cobaan juga sbegai ibadah.
  5. Membelanjakan harta di jalan yang benar, yait megeluarkan sebagian rezeki yang di terima dalam bentuk zakat, infak, sedekah dan lainlain. Perbuatan ini tidak lebih dari upaya kita mensyukuri nikmat Alloh yang telah di berikan kepada kita.

About the author

Rona Binham

Adalah trainer, penulis dan blogger pendiri cafe motivasi dan ronapresentasi.com yang sering memberikan motivasi dan inspirasi di berbagai kesempatan dengan spesialisasi di bidang motivasi, pengembangan diri, presentasi powerpoint dan public speaking,

Permanent link to this article: http://cafemotivasi.com/bekerja-sebagai-ibadah/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *